Paket Haji

  • Haji Reguler diselenggarakan langsung oleh Kementerian Agama RI melalui Ditjen PHU (Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah)
  • Biaya Haji Reguler pastinya lebih murah tetapi tiap biaya tiap embarkasi keberangkatan berbeda satu sama lainnya. Biaya haji regular ini dikenal juga dengan BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) yang ditetap khusus oleh Presiden RI melalui Kepres. Sebagai contoh pada tahun 2016 (1437H) BPIH berkisaran 31 juta hingga 38juta-an yang tertuang dalam Keppres RI No. 21 Tahun 2016.
  • Masa tunggu atau waiting list untuk haji regular biasanya lebih lama dan tergantung dari jumlah jamaah yang mendaftar pada daerah masing-masing. Selain karena faktor biaya lebih murah, hal ini juga dipengaruhi dari jumlah peminat tiap daerah tersebut. Jika wilayahnya banyak peminatnya bisa memakan waktu 4-10 Tahun atau bahkan lebih lama
  • Haji regular lama pelaksanaanya ditanah suci berkisaran 40 harian. Dengan rincian di kota Mekkah 20 hari, di Arafah-Mina 4 hari dan di Madinah 6 hari. Artinya memakan waktu yang lama, semua prosesi ibadah haji di tanah suci diikuti dan dilakukan dengan penuh.
  • Haji Reguler biasanya mendapatkan tempat penginapan atau pemondokan yang berbeda-beda (variasi). Ada yang letaknya lebih dekat ke Masjid, ada juga yang jaraknya lebih jauh. Dikarenakan jumlah jamaah haji regular di Indonesia sangat banyak, maka dalam pengaturan penginapannya pemerintah menggunakan sistem undian (Qur’ah). Hal ini terpaksa dilakukan supaya tidak ada yang iri antara jamaah satu dengan yang lainnya.
  • Haji Khusus diselenggarakan oleh pihak swasta dengan meliputi pengelolaan, pembiayaan dan pelayanan secara khusus dengan izin dari Menteri terkait
  • Biaya Haji Khusus biasaya lebih mahal, terkadang bisa mencapai 2 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan haji regular. Hal ini tergantung dari pihak penyelengara, pelayanan serta lamanya jamaah di tanah suci.
  • Haji khusus biasanya lebih cepat dibanding haji regular. Rentang waktu untuk daftar tunggunya berkisar antara 1-3 tahun bahkan bisa lebih cepat.
  • Haji Khusus dibagi menjadi 2 (dua), yaitu Arbain dan Non Arbain. Haji Khusus Arbain akan memakan waktu lebih lama berkisaran 26 hari, dikarenakan jamaah akan mengikuti sholat fardhu sebanyak 40 kali tanpa putus di masjid Nabawi. Sedangkan Haji Khusus Non-Arbain lebih singkat waktunya di tanah suci, bisa 15-19 hari, biasanya jamaah berangkat ke tanah suci ketika sudah mendekati puncak haji tiap bulan Dzulhijjah.
  • Haji Khusus pada umumnya mendapatkan penginapan disekitar masjid yang jaraknya lebih dekat, dengan demikian jamaah bisa memaksimalkan semua kegiatan ibadahnya di masjid (al-Haram & Nabawi). Biasanya ini tidak lepas dari kerjasama antara pihak penyelenggara (travel) dengan pihak penginapan (hotel) yang sudah terjalin dalam kontrak mereka.